Pakan Walet Jayatama
PERLUKAH MEMBERI PAKAN PADA BURUNG WALET ?
Kemarau datang, serangga pun berkurang. Itulah yang terjadi di daerah penyebaran walet. Penyebabnya hanya satu: kelembapan turun. Menurut penelitian, serangga yang menjadi sumber pakan utama walet itu menyukai daerah lembap dan berair. Contohnya tempat sampah dan aliran sungai. Berkurangnya pakan menyebabkan walet harus terbang ke tempat lain. Jarak terbang bisa 40-50 km.
Setelah mendapatkan pakan, keluarga Collocalia fuchipaga yang terkenal setia itu akan kembali ke rumah asal. Namun, jauhnya jarak tempuh membuat walet kehabisan energi untuk mengeluarkan liur. Imbasnya sarang pun menjadi kecil dan bobotnya ringan.
Serangga yang kaya protein mampu memicu walet untuk memproduksi liur lebih banyak, sehingga sarang cepat terbentuk. Idealnya sarang terbentuk selama 45 hari. Saat pakan melimpah sarang terbentuk dalam 38 hari.
Ketika pakan berkurang, produksi liur pun sedikit. Akibatnya saat sarang masih berukuran 3 jari, walet sudah bertelur. Dampak lain, sarang yang dihasilkan menjadi tipis dan berbulu, di bawah bobot ideal, 8gr/sarang. Namun, saat kelembapan stabil, niscaya populasi serangga terjaga.
Walet pun leluasa memperoleh amunisi untuk membuat sarang.
Terlepas dari kelembapan udara atau keadaan musim yang mempengaruhi serangga tersebut, akan lebih baik bila menyediakan pakan tambahan pada Rumah Burung Walet (RBW), sehingga walet tidak perlu terbang jauh untuk mencari makan.
Ada banyak cara dalam menyediakan pakan walet, salah satu diantaranya adalah dengan meletakkan buah busuk dalam RBW, dari buah busuk ini akan muncul ulat yang nantinya menjadi serangga. Namun cara ini malah akan mengundang hama yang menjadi musuh dari walet, seperti semut, kecoa, dan tikus.
Cara lainnya yang aman adalah dengan formula "Pakan Walet Jayatama" yang telah Kami olah secara spesifik khusus bagi burung walet, sehingga menghasilkan Sejenis Serangga Buah yang menjadi makanan utama bagi burung walet.
" Pakan Walet Jayatama " :
1. Menambah populasi walet bermain dan menginap.
2. Menambah stabilitas sarang walet setiap bulannya.
3. Menambah usia dan kesehatan walet.
4. Mencegah migrasi walet ke gedung lain.
5. Menambah probilitas anak walet menjadi walet dewasa.
6. Menambah berat sarang walet.
7. Meningkatkan kualitas kulit telur sehingga tidak gampang pecah.
8. Meningkatkan jumlah telur yang menetas.
9. Mencegah walet induk atau anak mati karena kekurangan makanan.
![]() |
| https://web.facebook.com/jayatamawaletindonesia |
https://web.facebook.com/jayatamawaletindonesia
https://web.facebook.com/jayatamawaletindonesia
https://web.facebook.com/jayatamawaletindonesia














Komentar
Posting Komentar